Senin, 25 Februari 2013

Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi Darat

  
Sektor Transportasi Darat  memiliki peranan yangb sangat penting dalam masyarakat karena turut  menggerakkan roda perekonomian dan mobilitas masyarakat. Melalui jasa transportasi,  diselenggfarakan kegiatan angkiutan barang, penumpang dan jassa lainnya dari suatu daerah kedaerah lainnya.
  
Untuk itu, dikembangkan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja  Transportasi Darat  (SMK3  Transportasi) yang memberikan persyaratan untuk sistim manajemen K3 untuk membantu perusahaan dalam mengendalikan bahaya kecelakaan dan meningkatkan kinerja K3 sekaligus produktivitas perusahaan. Sistim Manajemen K3  Transportasi ini berlaku bagi perusahaan jasa  angkutan darat untuk :
Ø    Membangun sistim Manajamen K3 untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas atau kejadian lainnyan yang tidak diinginkan.

Ø       Menerapkan , memelihara dan meningkatkan SMK3 secara terus menerus.

Ø    Memastikan bahwa perusahaan telah memenuhi norma keselamatan yang ditentukan.



a.  Elemen Sistim Manajemen K3 Transportasi

Sistim Manajemen Keselamatan Transportasi merupakan sistim manajemen berkelanjutan yang terdiri atas elemen sebagai berikut :
 
Persyaratan Umum

Ø    Perusahaan harus menetapkan dan memelihara  Sistim Manajemen K3 yang terintegrasi dengan sistim manajemen perusahaan sebagaImana disyaratkan dalam elemen 5 ini

          

         Kebijakan K3

Ø Perusahaan harus menetapkan dan memelihara kebijakan K3 yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan dalam operasi angkutan.

 
Perencanaan K3

1.  Pemeriksaan Dan Tindakan Koreksi

Ø  Pemantauan dan Pengukuran Kinerja

Ø  Perusahaan harus menetapkan dan memelihara prosedur mengenai pemantauan dan pengukuran Kinerja K3 perusahaan yang mencakup :

Ø  Inspeksi dan Pengujian

Ø  Perusahaan harus menetapkan prosedur mengenai inspeksi dan pengujian yang menfcakup :

2.  Tinjauan Manajemen

Perusahaan harus melakukan tinjau ulang oleh manajemen secara berkala untuk menilai dan mengetahui pelaksanaan SMK3 dalam perusahaan serta permasalahan yang dihadapi untuk peningkatan berkelanjutan


b.  Process Safety Management

1.  Proses Safety Management.

Terdapat tiga kriteria pokok Proses Safety Management dengan 13 elemen-elemen. 
 
a.  Kriteria Teknologi dan Proses, meliputi elemen-elemen :

Ø  informasi keselamatan proses

Ø  analisa bahaya proses

Ø  keterpaduan mekanik

Ø  penelaahan KK awal operasi



b.    Kriteria Keselamatan Kerja, meliputi elemen-elemen :

Ø  penanganan keselamatan kerja kontraktor

Ø  cara kerja aman

Ø  prosedur operasi

Ø  pelatihan karyawan

Ø  partisipasi karyawan

c.    Kriteria Manajemen, meliputi elemen-elemen :

Ø  manajemen perubahan

Ø  rencana tanggap darurat

Ø  audit manajemen keselamatan proses dan penyelidikan kecelakaan

d.    Kriteria Teknologi dan Proses.                    

  • Informasi Keselamatan Proses.           
  • Analisa Bahaya Proses.
  • Manajemen
  • Review Keselamatan Pra Start-Up.

Kriteria Manajeman          

  •  Manajemen Perubahan
  •  Penyelidikan Kejadian
  • Penanggulangan Darurat
  • Keterpaduan Mekanis
  • Audit

e.    Kriteria Keselamatan Kerja.

  • Keselamatan Kerja Kontraktor.
  • Cara & Ijin Kerja Aman.
  • Prosedur Operasi.
  • Pelatihan/Training.
  • Partisipasi Karyawan.



c.  Reliability Centred Maintenance

1.    Basic Principles :

Tujuh prinsip dasar tentang RCM :

a) Fungsi dan standard unjuk kerja (Functions and performance standards).

b) Cara kegagalan memenuhi fungsi (Functional failures).

c)  Penyebab kegagalan fungsional (Failure modes).

d) Kejadian-kejadian pada setiap kegagalan (Failure effects).

e) Akibat terjadinya kegagalan (Failure consequences).

f)   Pencegahan kegagalan (Preventive tasks).

g) Tindakan alternatif didalam mencegah kegagalan (Default tasks).

2.  Persiapan RCM.

a.   Langkah awal penerapan RCM meliputi :

Ø  Plant register.

Ø  Maintenance priority list.

Ø  Technical history data.

Ø  Decision support tools development.

Ø  Inherrent Reliability vs. Desired performance.

Ø  Hidden functions, Failure pattern survey

Ø   Preventive task selection and DefinePotential-Failure interval.

Tidak ada komentar: